Fix the Tangled Mind

Know it first, then share it

Trend Batik

Posted by toof2k on June 24, 2008

Kalau kita lihat sekarang2 ini, trend batik sudah naek lagi D entah sampai kapan, tapi yang namanya pakaian wajib orang Indonesia ini makin marak pemakainya dari kalangan dan golongan manapun, bahkan harga dan kualitas-nya pun makin variatif, sampai2 muncul istilah “kw” untuk brand2 dan kualitas tertentu pada trend Batik.

Berawal beberapa hari yang lalu, saya bersama Farah n Family, bertandang ke salah satu pusat tekstil di areal jawa barat Banten-id yang biasa di kenal dengan Cipadu, dimana salah satu objective-nya adalah hunting Batik, entah itu dalam bentuk baju jadi maupun dalam bentuk Kain siap jahit. Setelah diperhatikan lama2 bener2 tertarik dengan macem2nya batik yang dijual di lokasi tersebut, bahkan dengan harga yang sangat murah jika kita ingat beberapa merk Batik Indonesia ternama seperti Batik Keris, Danar Hadi, Semar dan lain2nya yang memiliki cakupan yang jauh diatas dari yang di jual di pasar Cipadu ini. Lalu muncul pertanyaan, apakah ini batik2 ini aseli? yang seperti apa sih batik yang aseli itu? Pertanyaan ini terus kebayang ampe akhirnya, salah satu teman yang kebetulan di Solo memberikan informasi bahwa lokasi dy tinggal sangat dekat dengan pengrajin batik, bahkan beliau sendiri sudah melakukan banyak temu tatap muka dengan para pengrajin disana. Sebut saja Jabir (*seakan2 nama samaran padahal ini nama benerannya D ), teman saya itu iy menawarkan jika ada yg mo beli batik silahkan hubungi dirinya, dari saat itu saya pun semakin tertarik untuk tau lebih dalam tentang Batik, disisi lain ini bisa menjadi salah satu bisnis jualan yang patut dijalankan di tengah maraknya peminat Batik yang makin tinggi :D .

Batik Solo, bagi kalangan penggila batik pasti sudah tidak asing lagi dengan dua kata tersebut, sebutan ini sudah sangat terkenal akan pengrajin dan merk2 Batik yang ternama, seperti Batik Danar Hadi, Semar dan Batik Keris pun berasal dari Solo. Hal ini menunjukan bahwa sudah tidak diragukan lagi kualitas dan originalitas batik dari para pengrajinnya. Beberapa merk terkenal itu sendiri ternyata memiliki pengrajin sendiri/workshop sendiri masing2, namun ada juga beberapa yang ngambil langsung dari tangan para pengrajin Solo tersebut. Tentunya, ini mempengaruhi nilai jual dari Batik itu sendiri, terkadang kita sebagai konsumen membeli langsung dari tangan pengrajinnya belum tentu mendapatkan harga yang miring dari pasaran Butik, hal ini mungkin akibat perbedaan nilai jual yang tinggi antara pengrajin dan Butik, yang dimana nilai jual dari pengrajin tidak setinggi dibandingkan dengan harga saat batik tersebut saat sudah nangkring di Butik. Sebut saja salah satu merk “X”, yang mengambil batik dari tangan pengrajin dengan nilai mencapai angka 1jeti, dan saat sudah sampai di butiknya dengan kemasan dan tag label “X” dikerahnya, maka nilai jual pun bisa mencapai nilai 2,4juta dengan minat pembeli yang masih tinggi. Berarti alangkah baiknya jika kita bisa mendapatkan batik langsung dari pengrajinnya? atau tidak mau ambil pusing, yang penting terjamin, ber-merk dan kualitas terpercaya? Kembali ke pertanyaan awal, seperti apa sih batik yang aseli? yang bagus itu yang serperti apa yah?

Tipe-tipe batik itu sendiri ternyata beragam, ada Batik Cap, Batik Tulis, dan terakhir Batik Cetak/Printingan. Lah lalu mana batik yang bener dan yang asli? Batik yang asli hanyalah ada pada Batik Cap dan Batik tulis, sedangkan batik cetak/printingan adalah batik abal-abal. Untuk masalah kualitas sebenarnya semuanya sama, namun untuk baik cetak tak jauh dari cetakan motif baju lainnya yang tentunya akan luntur di makan usia, berbeda dengan batik aseli yang sifatnya lebih tahan lama. Batik sendiri tidak akan pernah lepas dari bahan yang digunakannya, bahan bisa dari Sutera(biasa digunakan batik tulis dengan harga yang sangat-sangat tinggi), viskos(imitasi sutera, banyak diminati biasanya digunakan oleh batik cetak/printing), satin, ada paris, sampai tipe bahan katun.

Batik Tulis, batik ini biasanya sifatnya exclusive, karena pembuaCanting, diambil dari Expat.or.idtannya yang memakan waktu paling lama, dengan menggunakan alat bernama canting para seniman batik tulis pun menggambar motif diatas kain media batik tersebut. Tipe ini paling susah dan bernilai historis dan estetika tinggi, harganya bisa benilai sangat tinggi, namun tentunya ini sangatlah sebanding dengan hasil akhir yang didapat. Batik ini juga biasa di cetak di atas kain Sutera. Bisa didapat dalam bentuk kain Batik atau pun Pesanan dalam bentuk baju Jadi yang tentunya desain baju dapat di kostumisasi dengan keinginan pembeli. Batik ini ‘tottaly handmade’ karena tingkat kerumitan tinggi bentuk motif menjadi aga kurang rapi, namun tetap memiliki nilai historis dan originalitas yang sangat tinggi.

Batik Cap, batik ini termasuk juga batik yang banyak diminati, karena selain harganya lebih terjangkau, dan pembuatannya pun biasanya bersifat masal namun tetap exclusive (baca : tidak terlalu massal). Desain motif di cetak menggunakan semacam alat cap (*atau juga dikenal cop) dari tembaga yang dibentuk dengan motif tertentu. Dapat juga didapati dalam bentuk kain mentah siap jahit, maupun dalam bentuk baju jadi, bisa juga dalam bentuk pesanan khusus.

Batik Kombinasi, tipe batik ini juga banyak ditemui, batik ini adalah kombinasi antara batik cap dan batik tulis, pengerjaannya pun dengan menggunakan alat cap untuk membuat motif generalnya lalu dilanjutkan dengan proses batik Tulis. Harga yang ditawarkan variatif dengan kualitas sangat baik dengan tidak meninggalkan kesan ke-otentik-annya.

Batik Cetak/Printing, paling banyak ditemui dipasar2 maupun di butik2 kecil, batik ini yang paling banyak peminatnya, karena biasanya lebih rapi, motif lebih beragam dan harganya sangat terjangkau (tetap tergantung merk dari batik itu sendiri).

Lalu bagaimana membedakan antara aseli dan tidak aseli? Sementara yang paling mudah adalah dengan melihat bagaimana warna kain yang muncul pada batik tersebut, tentunya dari kedua sisi kain. Batik aseli cenderung memiliki warna yang sama pada kainnya, antara muka yang satu dan muka yang lainnya, karena batik ini menggunakan proses pewarnaan celup, disisi lain biasanya batik aseli memiliki aroma seperti lilin malam, sedangkan batik cetak/printing, lebih rapi, dengan warna sisi dalam kain yang sedikit keputih-putihan karena pewarnaan cetak yang hanya satu sisi-nya saja. Tak lepas dari segala pengertian diatas, tetap dalam bisnis pun konsumen yang berbicara, tinggal bagaimana para pebisnis batik menyikapi pasar. Namun bagi konsumen tetap tidak bisa melupakan originalitas dari batik itu sendiri dengan harga yang terjangkau )

Bagaimana? tertarik untuk mendapatkan Batik Aseli Solo??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.