Menanggapi Efektifitas E-Government Pemerintahan Daerah Lampung
Posted by toof2k on June 24, 2008
Web Portal Pemerintah Daerah
Saat itu saya sedang berkunjung ke seruit.com, salah satu komunitas blogger lampung yang kebetulan saya sendiri pun baru tahu, lalu mata saya pun terpaku pada salah satu post yang mengangkat efektifitas web portal pemda? (artikel selengkapnya dapat di simak di www.seruit.com ). Disitu sang penulis menyebut kan bahwa beliau meletaknya web portal untuk kabupaten tanggamus pada urutan pertama. Namun, sayang sekali, waktu saya coba cek ke www.tanggamus.go.id sedang off tampaknya, ada apa gerangan??
Memang sepertinya memprihatinkan kl melihat beberapa kondisi dar web2 portal pemerintah daerah tersebut. Tanpa melihat permasalahan “intern” politik lampung (kita doakan dan mengingatkan semoga diluruskan niat dan hatinya
toh masalah harga dan kualitas system kita serahkan pada ahlinya amiiiiiin), kelangsungan akan portal2 tersebut tidak bisa lepas dari dukungan daripada pengguna web itu sendiri, bahkan kurangnya sosialisasi untuk promo keberadaan portal itu sendiri pun masyarakat sendiri tidak akan pernah tau, sehingga pemanfaatan informasi didalamnya menjadi kurang maksimal. Apalagi kalangan (*maaf) bawah pun tidak akan pernah tahu apa itu web portal pemda?? sangatlah benar jika infrastrukturlah yang memang pertama harus ditingkatkan, tapi Bagi saya efektifitas keberadaan suatu portal tidak bisa lepas dari sejauh mana sosialisasi penggunaan TIK di daerah itu sendiri, dan perlu diingatkan juga bahwa perancangan masterplan e-gov itu berlandaskan dari visi dan misi daerah akan penggunaan TIK, apakah itu sendiri sudah terpenuhi apakah sudah tercapai? bagaimanakah milestone pencapaian ke arah tersebut? penilaian saya saat ini lampung.go.id sudah bisa menggawangi portal2 daerah lampung lainnya. Bahkan bisa jadi akan lebih baik jika merangkul media atau bahkan para jurnalis muda di lampung untuk ikut berpartisipasi dalam membagi informasi khususnya seputar perkembangan pemerinta daerah itu sendiri masing.
Berpindah dari kasus lain yang diangkat, masih dari seruit.com yang menyebutkan adanya suatu sistem daerah yang “terserang hama”, lagi2 dengan gampang para komunitas inet muda seruit.com menyebutkan telah berhasil masuk dalam sistem dan bahkan browse database dari sistem tersebut. Haduh2, kira2 kenapa ini bisa terjadi ya?
lalu jika terus begini, jujur saja, sebagai anak baru, atau bisa dibilang awam, saya sendiri hanya banyak mengetahui teori penerapan suatu sistem informasi yang akhirnya dibenak saya pun muncul beragam pertanyaan, apa tidak ada semacam standar prosedur pengamanan webserver dilingkup mereka, minimal printilan2 kaya standar penggunaan password database, atau mungkin sudahkah audit IS terhadap system itu sendiri, atau lebih simple apakah adminnya kompeten dibidangnya? atau mungkin lagi perlu digalakkan training khusus webadmin ma admin server-nya, lah trs dananya dari mana ya buat wujudin yang disebutin barusan???
learning from experience, saya yakin e-gov Indonesia akan terus maju, pa lagi saya lihat para komunitas inet indonesia sangat kreatif dan kritis. Tinggal bagaimana pemerintah dapat merangkul dan mendengarkan suara mereka. Bahkan jika mau, dapat diadakan semacam studi banding atau mungkin tukar tenaga ahli dari luatr daerah lampung. Banyak pemda lain di luar Lampung yang sudah banyak berhasil melampaui proses implementasi mereka, seperti Contoh Yogyakarta, dengan sistem pelayanan satu pintunya, Kalimantan, atau dari Bali-Jembrana.
Dan satu lagi di Lampung itu sudah ada semacam seperti PDE blm yah? mudah2an e-gov lampung dapat terus maju mencapai visi misi pemerintahan daerah. Amiiin.
ID Problogger Net said
jadi saatnya web daerah di lelang sama swasta, pemerintah mediator ajah, percuma sih :p
toof2k said
@ID Problogger Net :
)
Halo mas, tenkyu nih udah mampir, mungkin kita bisa saling bertukar pikiran, menurut saya akan lebih baik jika pemerintah lebih fokus kepada pematangan masterplan dan blueprint e-gov, yang tentunya disini pemerintah sebagai pemegang kontrol dan standar serta spesifikasi sistem yang sebenarnya, dilain sisi sifat lelang akan lebih baik jika dikoordinir pada satu badan IT yang menguasai akan masterplan tersebut, karena tidak seharusnya pengembangan egov mengalami ketergantungan terhadap swasta (ini diluar konteks adanya “trik2 jitu memenangkan lelang” itu ya
kang gery said
pelelangan memberikan peluang profesional untuk memberikan kontribusi ke daerah, masalah saat ini, badan apapun yang dibentuk pemda, selama orang2 didalamnya adalah PNS maka akan sulit untuk maksimal, karena mereka berada di posisi nyaman.
Diskusi menarik
toof2k said
@Kang Gery
Kira2 kl dibentuk badan monitoring Pelaksanaan E-Gov, solusi, atau “Ladang Baru”
Lembaga Masyarakat atau Intern ?
Sebelumnya tenkyu nih nyempetin mampir,
Bener juga tuh Kang, mungkin para “PNS” itu pada punya masalah komitmen tuh. Karena kaya’nya yang bisa diharapkan adalah komitmen dari para pemimpin PNS daerah untuk pemantapan rencana masterplan egov, agar tidak hanya sekedar dijadikan “ladang minyak” tapi juga komitmen mantap untuk dapat direalisasikan sesuai dengan visi misi yg ditetapkan, pengembangan egov tidak bisa lepas dari visi misi daerah itu sendiri, masalahnya… ganti pemimpin, ya ganti visi misi
Muhamad Ali said
Menurut saya yang harus dibenahi adalah mental para pejabatnya, karena menurut pengalaman saya justru para pejabat memanfaatkan pemebuatan website daerah sebagai projek bagi dirinya.Kadang web site yang sudah bagus dan baik dan datanya sudah cukup banyak, dirubah dengan website yang lebih standar dan mengentry ulang data yang pernah ada.Bukankah ini perbuatan konyol dan sia-sia.Hal ini semua dikarenakan demi uang, sehingga dengan gampang saja website yg sudah bagus dirubah dengan yang sedanya.
toof2k said
@Muhammad Ali
yah balik lagi ke dilema kondisi masyarakat kita lagi sih..jd tambah ruwet
wah mas Ali, makasih nih komentarnya, hehe tp sembari kita menunggu “hal-hal” itu berubah menjadi seperti yg kita harapkan, sejalan dengan itu, mungkin juga disebabkan oleh masyarakat yang mungkin kurang tau akan mudahnya menggali informasi dari internet (khususnya di daerah), karena sebenarnya, yang disediakan oleh pemda itu seharusnya berbalik untuk kebutuhan masyarakat, jika masyarakatnya cuek saja yah itu sih sama saja boong