PHP Developer Day
Posted by toof2k on June 20, 2008
Akhirnya kesampean juga ikutan PHP Developer Day,
Tepatnya tanggal 19 Juni kemarin, PHP Developer Day diadakan di gedung GDII lantai 2 LIPI. Acara yang digawangi oleh beberapa komunitas open source indonesia terutama komunitas php, PHPUG, id-PHP, Ilmu komputer bahkan termasuk ZEND dan Microsoft.
Acaranya menurut saya keren dan bermanfaat, terutama materi yang diangkat tertutama seputar interoperabilitas antara open source dan close source disini adalah PHP dan Microsoft.
Beberapa poin yang kental disini diantaranya adalah pembahasan microsoft yang telah memasuki dunia open source, pengenalan servis maupun aplikasi microsoft yang mendukung open source, serta dari Zend yang mensosialisasikan IDE mereka seperti ZENDPatform, ZENDCore, dan lainnya.
Berikut ringkasan kegiatannya :
Acara dimulai pada pukul 10.20, yang semula di jadwalkan pada pukul 09.00 ternyata mundur 20 menit.
- Opening
- Pembukaan acara oleh tuan rumah LIPI oleh Dr. Ir. Putut Irwan Pudjiono, MSc. (PDII LIPI), singkat padat, tapi kurang jelas (suaranya kekecilan pa’De)
- Software Engineer as a Profession
- Dilanjutkan oleh P’ Romi Satria Wahono (IlmuKomputer.com), beliau membahas Software Engineering as a Profession. Pembahasan yang diangkat sangatlah menarik, dimana ini membuka sekaligus mengingatkan kita akan pentingnya seorang software engineering(SE). Mengingatkan kita akan bagaimanakah seorang SE yang baik. Beliau juga mengangkat perihal bagaimana “menjual diri” sebagai seorang programmer. Pembahasan menarik yang rada narsis (tapi memang oke om Romi) adalah saat beliau mulai membicarakan pentingnya social branding, dan dimulai dari http://romisatriawahono.net/ sampai pada bagamana ‘ngeles’ (:D just kidding, maaf nih om Romi
), bagaimana kita menanggapi segala sesuatunya dengan tenang, baik dan jelas saat calon client request sesuatu yang sulit kita kerjakan tanpa merugikan pihak keduanya.
- Dilanjutkan oleh P’ Romi Satria Wahono (IlmuKomputer.com), beliau membahas Software Engineering as a Profession. Pembahasan yang diangkat sangatlah menarik, dimana ini membuka sekaligus mengingatkan kita akan pentingnya seorang software engineering(SE). Mengingatkan kita akan bagaimanakah seorang SE yang baik. Beliau juga mengangkat perihal bagaimana “menjual diri” sebagai seorang programmer. Pembahasan menarik yang rada narsis (tapi memang oke om Romi) adalah saat beliau mulai membicarakan pentingnya social branding, dan dimulai dari http://romisatriawahono.net/ sampai pada bagamana ‘ngeles’ (:D just kidding, maaf nih om Romi
- Microsoft, Open Source and Interoperability
- Dilanjutkan sesi selanjutnya oleh mas Irving Hutagalung. Beliau adalah seorang manager dari divisi Open Source Microsoft, yang dimana tugas beliau adalah merangkul dan mensosialisasikan open source microsoft. Beliau lebih banyak menjelaskan bagaimana dan sejauh mana Microsoft telah masuk dalam dunia open source. Dari awal mereka mulai bersama JBOSS, JAVA, ORACLE sampai akhirnya PHP melalui zend dan komunitasnya. Mas Irving mensosialisasikan web komunitas open source milik Microsoft yaitu codeplex dan port25 yang juga banyak membahas PHP didalamya. Microsoft memiliki visi untuk menyatukan ‘gap’ yang selama ini terjadi antara komunitas open source dengan microsoft khususnya di Indonesia. Sosialisasi lisensi Microsoft untuk software opensource-nya pun telah di setujui oleh Open Source Initiative yaitu Microsoft Public License (Ms-PL) dan Microsoft Reciprocal License (Ms-RL). Yang menarik adalah salah satu statement, yang intinya adalah, wether its open source or propietary, its just a matter of choices. ok lanjuttt.
- PHP Application Lifecycle Management
- Selanjutnya oleh Mas Rama Yurindra (PT Rynet-Zend Technologies Representative for Indonesia), disini saya sendiri kurang antusias, namun demo Zend Platform memang keren, wish that i’m the one who got the doorprize
.
- Selanjutnya oleh Mas Rama Yurindra (PT Rynet-Zend Technologies Representative for Indonesia), disini saya sendiri kurang antusias, namun demo Zend Platform memang keren, wish that i’m the one who got the doorprize
- ISOMA + Bakar Rokok Filter
- PHP Application Interoperability
- Ini adalah sesi yang saya paling suka, Mas Luri Darmawan (PHP-ID.or), berhubung masuk rada telat jadi yah aga ketinggalan dikit. Kebetulan saya baru kali ini liat mas Luri, ternyata orangnya benar2 low profile and full of humor. Kalau sebelumnya mas Irving membahas asal usul interoperabilitas microsoft dengan pihak komunitas open source, mas Luri membawa bagaimana interoberabilitas PHP dengan microsoft, khususnya komunikasi PHP webApp menggunakan web service dengan aplikasi2 berbasiskan .net sebagaimana konsep Enterprise2.0. PEmbahasan dari bagaimana sebuah web aplikasi kelas “TPS only” yang berkomunikasi dengan aplikasi lain melalui webservice berbasiskan textplain yang kebetulan beliau juga mendemokan aplikasi yang mas Luri sendiri bangun terseut. Selain itu beliau juga mendemokan sistem yang memberikan gambaran bagaimana programming core native PHP dapat mensupport web service di implementasikan lebih jauh lagi. Dalam hal ini beliau mendemokan dengan modal internet messenger menjadi suatu information system layaknya content provider melalui layanan sms. Disini client melalui ym megirimkan parameter yang telah didefinisikan pada server , dan secara otomatis server memberikan jawaban sesuai request yang diminta oleh client. Dari segi implementasi pada suatu bisnis proses pun beliau mengatakan, dengan modal koneksi GPRS atau layanan koneksi inet mobile lainnya dan messenger tools, user sudah dapat memperoleh informasi yang ingin dicari dari bisnis yang memanfaatkan sistem ini. Bahkan saya sempat terfikirkan, mungkinkah memanage server secara remote melalui ym? karena sekarang ini sudah ada teknologi yang menggunakan layanan content provider untuk memanage server secara remote melalui sms seperti yang pernah di develop oleh salah satu kolega saat kuliah di Binus. Beliau banyak membuka mata, bahwa banyak sekali yang masih dapat digali dengan megoprek php dan apache, yang tentunya dapat membuat komunikasi antar platform menjadi lebih fleksibel.
- PHP Easy Step
- Sesi selanjutnya adalah mas Riyogarta, tema yang di bawakan adalah Easy Step PHP. Tema yang dibawakan memang sangat mendasar bagaimana memulai belajar pemrograman menggunakan PHP, namun sesi ini justru banyak mendapatkan respon dari kontroversi penggunaan framework/CMS hingga kontroversi metode OOP dan prosedural programming. Sesi ini membuka mata kembali. Disini mas Riyo memaparkan bagaimana menginstall Apache, mysql, sampai PHP pada mesin Ubuntu (Ubuntu mas keren abis, butuh spec gede ga yah itu??). Dipaparka dan diingatkan bahwa, mulailah programming dengan tiga dasar, pahami penggunaan variabel, pahami bagaimana membuat suatu fungsi, pahami HTML tentunya, baru selanjutnya dapat naik level pada metoda pemrograman lebih lanjut seperti OOP dan lainnya. Beliau mengatakan bahwa era 90, angkatan programmer saat itu berbeda sekali dengan programmer era 2000, sekarang ini banyak sekali para programmer PHP yang hanya mengerti jika menggunakan Framework ataupun CMS, bahkan ada yang sampai tidak tahu bagaimana membuat suatu query SQL.
- Web Performance Test
- Selanjutnya adalah giliran om Risman Adnan dari microsoft indonesia. Beliau adalah salah satu yang melakukan research kolaborasi .net (karena beliau sendiri adalah orang .net) dengan PHP. Disini tema yang diangkat adalah bagaimana .net dapat melakukan performa test menggunakan .net pada web app berbasiskan PHP. Hal ini menarik, karena beliau juga mendemokan dan menggambarkan bagaimana PHP berkomunikasi dengan microsoft produk. Disini juga beliau mensosialisasikan FastCGI sebagai coredriver yang menjembatani antara IIS dan PHP. Jika sebelumnya ada CGI dan ISAPI maka sekarang ada FastCGI yang merupakan buah tangan kolaborasi Zend dengan MIcrosoft Open Source. Lalu apa beda CGI dan Fast CGI? salah satu perbedaan yang paling terlihat adalah nama (
hehe ) perbedaannya adalah pada penggunaan resource pada platform window. Jika CGI sendiri saat melakukan komunikasi dengan IIS membuat suatu proses baru pada IIS yang akan terus bertambah jika komunikasi dilakukan secara berulang2 yang mengakibatkan overload pada IIS yang memaksa IIS untuk shutdown, maka FastCGI menggunakan metoda spool. Disini FastCGI tidak akan melakukan buka tutup koneksi seperti CGI, tetapi akan tetap listening menggunakan satu proses sampai maksimum 4 jika memang ada request komunikasi yang banyak dan terus menerus. Pada demo saat melakukan test performa, dengan menggunakan studio.net, (yang di test adalah web dengan Joomla) dengan (kalau tidak salah) 400 request secara bersamaan, menunjukan bahwa resource yang digunakan FastCGI tetap stabil diangka 25-26% penggunaan CPU sedangkan angka studio.net sendiri mengalahkan dengan menunjukan angka 100% penggunaan resource
. Beliau juga memberikan informasi bahwa banyak software free lain yang dapat melakukan proses performa test seperti yang dilakukan oleh visual studio.net tersebut seperti wcat.
- Selanjutnya adalah giliran om Risman Adnan dari microsoft indonesia. Beliau adalah salah satu yang melakukan research kolaborasi .net (karena beliau sendiri adalah orang .net) dengan PHP. Disini tema yang diangkat adalah bagaimana .net dapat melakukan performa test menggunakan .net pada web app berbasiskan PHP. Hal ini menarik, karena beliau juga mendemokan dan menggambarkan bagaimana PHP berkomunikasi dengan microsoft produk. Disini juga beliau mensosialisasikan FastCGI sebagai coredriver yang menjembatani antara IIS dan PHP. Jika sebelumnya ada CGI dan ISAPI maka sekarang ada FastCGI yang merupakan buah tangan kolaborasi Zend dengan MIcrosoft Open Source. Lalu apa beda CGI dan Fast CGI? salah satu perbedaan yang paling terlihat adalah nama (
- Closing
- Sesi terakhir adalah penutupan yang bawakan oleh Hendro Subagyo (PDII LIPI), lalu dilanjutkan dengan pembagian doorprize berupa kaos dari Microsoft dengan motif port25 dan yang paling menggiurkan adalah dua serial number gratis Zend IDE (sayangnya bukan saya yang dapet). Acara pun ditutup dengan ending yang baik
- Sesi terakhir adalah penutupan yang bawakan oleh Hendro Subagyo (PDII LIPI), lalu dilanjutkan dengan pembagian doorprize berupa kaos dari Microsoft dengan motif port25 dan yang paling menggiurkan adalah dua serial number gratis Zend IDE (sayangnya bukan saya yang dapet). Acara pun ditutup dengan ending yang baik
Acara ini memberikan gambaran dan membuka mata, bahwa sudah tidak ada lagi gap antara propietary dan open source, tinggal bagaimana kita memanfaatkan, dan ini semakin memudahkan kita untuk mengkolaborasikan sistem baik antara PHP dengan .net maupun sebaliknya.
Sayangnya acara ini tidak ada souvenir, atau minimal CD materi dari hasil presentasi para pembicara, tapi tetap saya hanya dapat mengatakan, masukkan dan informasinya benar2 membuka mata saya lebih lebar lagi, can’t wait for the next event
viva Open Source
Romi Satria Wahono said
Walah mosok sih aku ngajari ngeles hihihi